Friday, January 21

Tips Mengelola Keuangan Bagi Fresh Graduate

Setelah lulus dari kuliah dan mulai bekerja, kamu harus belajar mandiri baik secara emosional maupun finansial. Jika sebelumnya saat kuliah kamu masih di-support sama orang tua dalam hal keuangan, kini kamu harus memenuhi kebutuhanmu sendiri, untuk itu sangat diperlukan pengetahuan tentang bagaimana mengelola keuangan yang bagi bagi fresh graduate, berikut informasinya:

1. Pahami Literasi Keuangan

Mengelola keuangan tidak pernah diajarkan di mata kuliah sebelumnya. Meski kamu tidak berniat bekerja di keuangan, memiliki wawasan literasi keuangan sangat membantu agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengatur arus kas dengan pendapatan yang terbatas, bagaimana mengelola pemasukan dan pengeluaran, serta cara menghemat tanpa mengorbankan hidup. Tidak perlu mendalam, kamu bisa mempelajari dari hal yang mendasar. Kamu bisa mempelajari melalui buku-buku manajemen keuangan yang mudah dipahami atau melalui e-book gratis yang bisa dicari di internet.

2. Buat Anggaran Bulanan yang Detail

Buatlah anggaran dalam satu bulan kedepan secara detail dan terperinci. Utamakan terlebih dahulu kebutuhan primer dalam daftar anggaran agar kamu dapat tetap bertahan hidup. Alokasikan sisanya untuk kebutuhan sekunder dan sebisa mungkin untuk menghemat atau bila perlu hapuskan kebutuhan tersier, misalnya nongkrong di café dan sebagainya. Idealnya jumlah pengeluaran harus lebih sedikit dari jumlah gaji bulanan kamu, sehingga kamu masih memiliki sisa uang untuk ditabung. Jangan lupa juga untuk mencatat segala pemasukan dan pengeluaran agar bisa mengevaluasi pengeluaran setiap bulannya agar keuanganmu di bulan berikutnya bisa lebih terkendali. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan yang sudah banyak tersedia di Google Play atau App Store.

3. Bijak Dalam Berbelanja

Ketika kamu ingin berbelanja, buatlah daftar barang yang akan dibeli. Kamu juga harus bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan menyangkut kewajiban yang harus kamu penuhi, sedang keinginan meliputi pengeluaran untuk menambah kenyamanan atau sekedar untuk bersenang-senang. Kamu juga harus bisa teliti dalam memilih produk. Untuk membeli barang yang dipakai jangka panjang, hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja ketahanannya. Jika kamu membeli produk murah namun cepat rusak dalam waktu dekat, tentu kamu harus mengeluarkan dana lagi untuk memperbaiki atau membeli yang baru. Dengan membeli barang yang kualitasnya lebih bagus dan tahan lama, kamu bisa menghemat pengeluaran kedepannya. Namun untuk barang habis pakai, kamu bisa memilih produk yang lebih murah namun memiliki manfaat yang sama. Biasanya beberapa produk yang sama dijual dengan harga yang berbeda sesuai merek dagangnya, jadi kamu harus pintar-pintar dalam memilih ya.

4. Minimasi Biaya Akomodasi dan Transportasi

Tidak dipungkiri bahwa biaya sewa tempat tinggal cukup tinggi bahkan hampir menghabiskan separuh penghasilanmu. Kamu bisa mengakalinya dengan tinggal bersama orang tua atau kerabat dekat. Namun jika tidak memungkinkan, kamu bisa mencari kost yang murah atau bisa juga berbagi kamar kos dengan teman agar biaya kos bisa dibagi dua, sehingga kamu bisa mengalokasikan untuk biaya yang lainnya. Untuk biaya transportasi kamu bisa menggunakan transportasi umum yang lebih murah ketimbang menggunakan taksi atau ojek online. Menggunakan transportasi umum juga jauh lebih hemat ketimbang menggunakan kendaraan pribadi karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan.

6. Hindari Hutang dan Pay Later

Sebisa mungkin jauhi yang namanya hutang atau cicilan baik itu Kartu Kredit ataupun Pay Later. Godaan untuk berhutang akan lebih besar jika kamu memiliki penghasilan sendiri. Namun kamu harus mempertimbangkan kembali. Tingginya suku bunga yang dikenakan terhadap hutang bisa sangat memberatkan finansialmu. Namun jika kamu terpaksa berhutang dengan alasan mendesak segera lunasi agar tidak menumpuk hutang dan menambah denda yang semakin memberatkan. Kamu juga harus selalu ingat untuk tidak menghabiskan banyak uang hanya untuk mengikuti tren, hindari gaya hidup yang boros agar keuangan tetap stabil dan kamu tidak perlu mencari biaya tambahan dengan berhutang.

7. Sisihkan Dana Darurat dan Tabungan

Agar bisa menghindari hutang, kamu perlu menyisihkan penghasilan untuk dana darurat. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya, untuk itu kamu perlu mempersiapkan dana darurat agar jika suatu saat terjadi situasi yang mendesak, kamu tidak perlu susah payah mencari bantuan dana. Selain dana darurat kamu juga perlu dana tabungan untuk memenuhi impianmu, dana ini harus terpisah dari dana darurat agar tabungan tidak terpotong. Kamu bisa mencoba rekening bank yang bisa mengelompokkan jenis tabungan sesuai keinginanmu, atau kamu juga bisa mencoba membuka rekening tabungan rencana yang bisa membantumu mencapai target simpanan jangka panjang.

8. Mulai Berinvestasi

Investasi sebaiknya dilakukan segera agar menuai manfaat yang lebih maksimal. Saat ini menabung saja tidak cukup jika tujuan keuanganmu cukup besar, misalnya kamu ingin menabung untuk bisa memiliki rumah sendiri kamu tidak cukup hanya dengan menabung, karena harga properti juga akan terus naik seiring waktu. Untuk memulai kamu bisa mempelajari investasi yang minim resiko, saat ini ada banyak buku, website dan kanal youtube yang bisa kamu jadikan acuan untuk belajar berinvestasi.

9. Jangan Lupa Sedekah

Satu hal yang wajib masuk daftar anggaran bulanan adalah dana untuk berbagi atau beramal kepada orang yang membutuhkan. Hal ini bisa memberikan dampak yang positif, dengan membantu sesama selain bisa meringankan beban orang lain juga akan menimbulkan perasaan bahagia dan ketenangan hatimu.