Benarkah Kebanyakan Ngopi Bisa Sebabkan Rumah Tak Terbeli?

Benarkah Kebanyakan Ngopi Bisa Sebabkan Rumah Tak Terbeli?

Banyak yang beranggapan jika generasi milenial berisiko tidak akan bisa memiliki rumah sendiri. Selain itu, harga real estat yang semakin melonjak dan juga terbatas tidaklah sebanding dengan pola hidup kaum milenial, itulah yang menjadi faktor utamanya.

General Manager dari Rumah123, Ignatius Untung mengatakan bila generasi milenial sebenarnya mampu membeli apartemen maupun rumah. Hanya saja, kebiasaan mereka ‘membeli kopi’ dan kongkow bersama teman membuat pengeluaran mereka tidak sehat. Tidak percaya? Silahkan simak simulasi dibawah ini dengan seksama.

Simulasi bila mengalihkan uang jajan kopi ke tabungan

Simulasi untuk 1 cangkir kopi rata-rata memiliki harga Rp 40.000, bila dihitung pembeliannya sehari sekali, namun jika Anda menghitungnya untuk 30 hari berarti Rp 1,2 juta yang Anda habiskan hanya untuk secangkir/ segelas kopi. Lalu bila 40 ribu tersebut dikalikan 365 hari, maka uang yang dihabiskan untuk membeli kopi adalah sebanyak Rp 14,4 juta per tahunnya. 

Bayangkan Anda menabungkan jumlah tersebut untuk 3 tahun kedepan, tentunya jumlahnya bisa mencapai angka Rp 50 juta. Sudah terbayang, apa yang bisa dilakukan dengan uang sebesar 40 ribu apabila ditabungkan selama 3 tahun? Anda bisa DP rumah atau apartemen.

Ignatius Untung mengatakan bila dengan uang sebesar 50 juta tersebut, sudahlah cukup untuk dijadikan uang muka apartemen atau rumah seharga 250 hingga 300 juta rupiah di pinggiran kota Jakarta.

Memang, mengeluarkan uang sebesar 40 ribu pastinya tidak akan terasa untuk sebagian besar generasi milenial. Karena banyak yang beranggapan tidak mungkin hanya dengan menyisihkan uang kopi kemudian bisa membeli rumah.

Padahal pada kenyataannya, uang kopi tersebut jika dikumpulkan setiap harinya selama 3 tahun bisa untuk DP hunian. Ini baru uang kopi saja, belum tiket bioskop, rokok, gym, konser, travelling dan hal-hal bersifat konsumtif lainnya yang mana, mungkin saja ketika semua itu dihitung Anda akan terkejut dengan nominalnya.

Tips untuk mengatur keuangan bagi kaum milenial

Dibandingkan dengan masa lalu, hidup di zaman modern seperti sekarang ini sering dikaitkan dengan biaya tinggi. Milenial merupakan generasi yang dianggap boros. Jika Anda terus menyia-nyiakan, tabungan Anda tidak akan bertambah. 

Oleh karena itu perlu untuk hidup hemat. Buat kamu  milenial yang belum tahu cara mengatur keuangan, simak beberapa tips uang di bawah ini :

Menabung untuk DP

Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai kaum milenial adalah menabung, menyisihkan penghasilan yang Anda peroleh setiap bulannya secara konsisten dan usahakan untuk tidak bolong-bolong demi memperoleh rumah idaman.

Apalagi syarat utama saat ingin membeli sebuah hunian tentunya harus memberikan uang muka terlebih dahulu sebagai tanda, jika Anda memang serius dalam hal jual-beli rumah. Untuk DP ini sendiri, tentunya bervariasi nominalnya, tergantung rumah yang akan dibeli, lokasi dan hal-hal lainnya.

Benarkah Kebanyakan Ngopi Bisa Sebabkan Rumah Tak Terbeli?

Membeli apartemen

Seperti yang Anda ketahui, saat ini harga hunian baik di perkotaan maupun yang agak ke pinggiran kota sudah termasuk tinggi. Hal ini disebabkan oleh nilai tanah yang semakin tinggi, jadi ketika Anda berencana untuk mempunyai rumah di kawasan tertentu, contohnya Jakarta pasti akan sulit.

Karena itu masalah ini bisa diatasi dengan membeli sebuah apartemen, mengapa? Karena biasanya apartemen mempunyai harga yang lebih rendah, apalagi jika Anda mencari pada lokasi yang agak strategis, baik dari lokasi kerja, hingga akses transportasi.

Ikuti program untuk cicilan DP

Anda kesulitan dalam mengumpulkan uang muka untuk membeli rumah? Tenang, karena ada sebuah program dimana Anda bisa melakukan cicilan DP. Program ini adalah cara bagi kaum milenial yang ingin mencicil DP dalam kurun waktu tertentu.

Mayoritas kemudahan seperti ini akan ditawarkan oleh pihak developer. Dimana uang muka bisa diangsur selama 12 hingga 24 kali. Ketika sudah lunas, Anda baru bisa melakukan pengajuan KPR ke Bank yang bekerja sama dengan pengembang.

KPR dengan tenor paling lama

Keuntungan bagi kaum milenial yang pertama adalah usia yang masih muda, sehingga ketika akan melakukan KPR rumah Anda bisa memilih tenor yang paling lama. Kebanyakan bank sekarang ini memiliki maksimal cicilan selama 25 tahun.

Tentunya untuk Anda yang masih usia 20’an ini menjadi pilihan paling tepat. Jika Anda saat ini anggaplah berusia 23 tahun, lalu mengambil tenor terlama yakni 25 tahun. Maka, cicilan ini akan selesai ketika Anda telah berumur 48 tahun.

Walau terkesan sangat lama, namun bila Anda bisa mengelola pendapatan Anda dengan baik dan benar tentunya ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Lagi pula dengan Anda mengambil tenor yang paling lama, cicilannya akan lebih murah dan pastinya ringan.

Bekerja pada perusahaan yang memiliki fasilitas KPR bagi karyawannya

Tahukah Anda bila ada beberapa korporasi atau perusahaan yang memang memberikan fasilitas kepada karyawannya untuk memiliki sebuah rumah. Walau memang tidak mudah untuk dapat bergabung dengan sebuah perusahaan dengan segala kebijakannya tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published.